KM ITB - Kementerian Koordinator Pengembangan Kemahasiswaan 2010
me001
[info]ianachmadjanuar
KEMENTERIAN KOORDINATOR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN (MPK) SEBAGAI SEBUAH SISTEM
Sistem MPK yang dipandang sebagai sebuah blackbox berimplikasi terhadap kebutuhan untuk mendefinisikan secara mendetail hal-hal yang perlu dilakukan oleh MPK untuk mewujudkan input menjadi output, untuk mewujudkan potensi menjadi hasil dan tujuan. Pendefinisian hal-hal yang dilakukan MPK juga didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta tetap berpedoman kepada aturan-aturan dan batasan-batasan yang telah ditentukan oleh otoritas kebijakan yang lebih tinggi.

MPK yang dipandang secara blackbox seperti diagram di atas, membuat definisi sistem MPK bisa menjadi sangat luas dan siapapun leluasa untuk mendefinisikan setiap kegiatan yang relevan terhadap proses mengolah input menjadi output. Hal ini menjadi peluang bagi MPK untuk berkreasi seleluasa mungkin selama proses atau kegiatan yang dilakukan memang relevan. Namun tentu tidak dapat dihindari bahwa terdapat kelemahan dalam cara pandang seperti ini, salahsatunya yaitu ketidakmampuan MPK untuk menyelesaikan setiap kegiatan akibat dari penentuan bidang kerja yang terlalu luas. Kedua hal yang saling bertolah belakang tadi tentu dapat dipertemukan dengan cara memilih dan memilah kegiatan-kegiatan yang tidak hanya relevan, tetapi juga sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta mampu mencapa tujuan atau visi-misi organisasi, dalam hal ini visi-misi Ketua Kabinet KM ITB sebagai otoritas kepemimpinan tertinggi di struktur kabinet KM ITB.

DEFINISI POTENSI PADA KEMENTERIAN KOORDINATOR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN (MPK)
Himpunan Mahasiswa Jurusan
Anggaran Rumah Tangga KM-ITB pada Bab IV Tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan Pasal 18 mencantumkan bahwa “Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah organisasi yang berada di Institut Teknologi Bandung yang menghimpun mahasiswa Institut Teknologi Bandung sesuai dengan jurusannya di Institut Teknologi Bandung, yang telah melakukan pemberitahuan secara resmi atau registrasi ke KM-ITB.”

Unit Kegiatan Mahasiswa
Unit Kegiatan Mahasiswa didefinisikan pada Anggaran Rumah Tangga KM-ITB pada Bab V Tentang Unit Kegiatan Mahasiswa Pasal 24 sebagai “Unit Kegiatan Mahasiswa adalah organisasi yang berada di Institut Teknologi Bandung yang menghimpun mahasiswa Institut Teknologi Bandung untuk berkegiatan dalam bidang-bidang yang terdiri dari keagamaan, pendidikan, olah raga, media, kesenian dan kebudayaan, yang telah melakukan pemberitahuan secara resmi atau registrasi ke KM-ITB.

DEFINISI HASIL DARI KEMENTERIAN KOORDINATOR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN (MPK)
Pelayanan Masyarakat
Pelayanan masyarakat akan lebih banyak dikaitkan dengan tindakan-tindakan tanggap darurat dalam menyikapi setiap bencana, baik yang diprediksikan akan muncul maupun yang terjadi secara tiba-tiba. Pelayanan masyarakat dalam bentuk tindakan tanggap bencana ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan-bantuan yang berhasil dihimpun di lingkungan ITB, baik dari mahasiswa, dosen, pegawai, maupun entitas lain yang menyumbangkan bantuan melalui KM ITB. Selain penyaluran bantuan, tindakan tanggap bencana lain yang dilakukan adalah mengirimkan sukarelawan ke daerah bencana yang sudah barang tentu telah disiapkan dari jauh hari melalui fasilitas workshop dan pelatihan yang dilakukan kementerian di bawah MPK, yaitu Kementerian Pengabdian Masyarakat.

Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat mengacu kepada pola pengabdian masyarakat yang menekankan kepada kerjasama dan peran aktif yang lebih besar di masyarakat sasaran, ketimbang peran dari mahasiswa yang mengadakan kegiatan. Pemberdayaan masyarakat yang cukup konkrit diantaranya adalah peneraan teknologi sederhana dan tepat guna kepada masyarakat. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mengenalkan teknologi dan mengajarkan kepada masyarakat untuk mengelola dan memelihara teknologi yang telah diterapkan. Peran masyarakat untuk mengelola dan memelihara teknologi yang diterapkan menjadi sangat penting dan kritis setelah mahasiswa tidak lagi membantu masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan.

Pengembangan Masyarakat
Buku Community Organizing and Development (Rubin and Rubin, 2001) menjelaskan secara gamblang hal berikut:
Community development occurs when people strengthen the bonds within their neighborhoods, build social networks, dan form their organizations to provide long-term capacity for problem solving.
Penjelasan singkat di atas tidak dikategorikan sebagai definisi pengembangan masyarakat, namun dimasukkan ke dalam ukuran pencapaian (ukuran performansi) sebuah program pengembangan masyarakat. Ada 3 (tiga) pencapaian yang dijelaskan pada kutipan di atas agar sebuah program pengabdian masyarakat termasuk kategori pengembangan masyarakat, yaitu: ikatan di dalam lingkungan itu sendiri (bonds within their neighborhood), jejaring sosial (social network), dan kemampuan memecahkan masalah dalam jangka panjang (provide long-term capacity for problem solving).

PERAN MASING-MASING KEMENTERIAN DI BAWAH KEMENTERIAN KOORDINATOR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN (MPK)

Bagan di atas menyiratkan bahwa setiap kementerian yang ada di bawah MPK memiliki peran dan fungsi masing-masing yang bersifat sekuensial, namun tetap fleksibel. Sekuensial dalam pengertian bahwa terdapat peran-peran khusus yang telah dibagikan kepada setiap kementerian sehingga setiap output berupa pengabdian masyarakat ataupun pengembangan kemahasiswaan dapat tercapai dengan baik dengan sesedikit mungkin tumpang-tindih porsi dari setiap kementerian. Sedangkan fleksibel mengandung pengertian bahwa, peran-peran yang ditetapkan terhadap setiap kementerian tidak kaku dan selalu harus berputar dalam lingkaran, akan tetapi dapat saja suatu saat kementerian yang satu mengambil sebagian peran dan porsi kementerian yang lain sebagai bagian dari kerjasama tim untuk mewujudkan tujuan organsasi.
Kementerian Keprofesian dan Inovasi (Proinov)
(ditunda)
Kementerian Pengabdian Masyarakat (PM)
(ditunda)
Kementerian Ekonomi
(ditunda)
  • Leave a comment
  • Add to Memories

Type of Girls
me001
[info]ianachmadjanuar
CD-ROM GIRLS
She is always faster and faster.

***********

EMAIL GIRLS
Every ten things she says, eight are nonsense .

***********

HARD DISK GIRLS
she remembers everything, FOREVER

***********

INTERNET GIRLS
Difficult to access

***********

MULTIMEDIA GIRLS
She make horrible thing look beautiful

***********

SCREENSAVER GIRLS
She is good for nothing but at least she is fun

***********

RAM GIRLS
she forget about you, the moment turn her off

***********

WINDOW GIRLS
everyone know that she can't do a thing right, but no one can live without her.

***********

VIRUS GIRLS
Also known as "wife'' when u are not expecting her, she comes, install herself and uses all ur resources. If u try to uninstall her u will lose something, if u don't try 2 uninstall her you will lose everything.. .

***********

SERVER GIRLS
Always busy when you need her.

Pisahkan Aku Sejauh Sejuta Tahun Cahaya
me001
[info]ianachmadjanuar
Astaghfirullah, ya Allah. Apa diriMu yang mencoba mengujiku, ataukah iblis yang mencoba mempermainkanku. Sudah kubilang aku tak mau sama sekali terhubung dengan si perempuan masa lalu ini. Bahkan entah kenapa, sms dari nomor tak dikenal pun aku masih mengenali siapa yang mengirim sms itu. Malam ini, di ujung percakapanku dengan seorang sahabat lama, kata-kata dari perempuan masa lalu bertubi-tubi menyerangku. Menambah-nambah saja adrenalinku, membuat sisa malamku sampai aku terlelap benar-benar rusuh. Rusuh luar biasa. Rusuh karena basa-basi itu sama sekali basi dan aku tak hendak membalas setiap kata yang terlemparkan padaku. Biar saja langsung kuhapus tombol ‘delete’ di “keyboard” agar tak ada lagi jengkel tersisa.

Perempuan masa lalu ini, ya Allah, cuma Engkau yang tahu apa maunya. Aku sudah tidak mau peduli lagi. Putuskan duniaku dengan dunianya. Jika Engkau menghalalkan hambamu untuk berdoa untuk sebuah keburukan beberapa kali, mungkin sudah kupilinkan ke angkasa doa paling bejat di seantero jagat ciptaanmu. Tapi aku tak pernah tahu doa apa itu yang paling bejat, karena Engkau tidak menghalalkan, maka untuk apa aku bersusah payah memikirkan.

Permintaan perempuan itu sederhana, hanya untuk menemani menjemput subuh karena hari sudah berganti tapi matanya tak hendak berkompromi untuk terpejam. Atautah sesuatu memaksa perempuan itu harus terjaga, aku tak mau peduli. Bahkan aku merasa konyol ketika setiap kebencianku terhadap perempuan ini bahkan masih kuceritakan dengan bahasa terbaik, dengan kata terbaik yang bisa aku tuliskan. Oh, sialan sekali perempuan ini, ya Allah!

Aku minta Engkau tidak mempermainkanku lagi lewat perempuan ini. Sudah cukuplah aku mempermalukan diriku selama sepuluh bulan itu, sudah cukup. Waktu yang benar-benar singkat memang dan sepenggal waktu itu ingin bisa kuedit di microsoft movie maker, memotong-motong bagian sampah bersama perempuan ini, kemudian hanya mengumpulkan kisah-kisah dimana pada setiap “frame”-nya hanya ada aku dan duniaku. Sudahlah! Satu Januari kemaren aku sudah berjanji menjauhkan duniaku dan duniamu sejuta tahun cahaya jauhnya jika mungkin.

I am the future, and you are nothing but history.

Memikirkan Skhole
me001
[info]ianachmadjanuar
Ternyata semalam aku tak lagi melanjutkan membaca novel “Moga Bunda Disayang Allah” yang kuceritakan sebelumnya. Aku agak lelah, belum lagi jam ternyata secara kurang ajar telah menunjukkan pukul 00:50. Parah! Hari sudah berganti, aku harus ada di tempat teman tepat pukul enam hari ini, tapi aku masih menggebu-gebu membaca novel tulisan Tere-Liye itu. Tapi yasudahlah, utang novel tak terbaca, utang memikirkan ide untuk Skhole pun belum tertorehkan (lagi). Inilah lanjutan ceritaku tadi malam. Aku akan membahasakan impianku untuk Skhole dalam bahasa cerita; bahasa yang Karang paling kuasai, bahkan hanya dengan menyebut satu benda saja.

Nah kan, mulai bingung mau nulis apa dan darimana. Ck ck ck… Baiklah.

Kalu semalam ku menceritakan tentang Gong dan Fauzil Adhim, mungkin hari ini aku akan bercerita tentang tokoh lain yang pernah kubaca. (hening). Ternyata tidak kutemukan lagi tokoh yang aku bisa ceritakan pengalamannya, ahahahaha. Ah, ya, kenapa tidak kuceritakan tentang Lintang. Semua orang tahu Lintang, seharusnya. Tokoh yang diceritakan Andrea Hirata di dalam tetralogi Laskar Pelangi. Lintang kan menginspirasi luar biasa sebenarnya jika saja adik-adik Skhole berkesempatan untuk membaca novel Laskar Pelangi. Wow, aku sendiripun cemburu luar biasa kepada Lintang yang rela mengayuh sepeda berkilo-kilometer untuk bersekolah, yang belum tentu sekolah itupun menjanjikan Lintang dengan pengetahuan yang luar biasa. Tapi toh Lintang tetap luar biasa dan justru menjadikan SD Muhammadiyyah itu luar biasa. Semua hanya kebiasaan sederhana (eh, gak sederhana juga ding): membaca. M-E-M-B-A-C-A. Lintang terbiasa membacai apapun tulisan yang dia temui. Kehausan Lintang akan bahan bacaan dan pengetahuan membuat kecerdasan Lintang jauh melebihi kecerdasan anak-anak SDN Muhammadiyyah lainnya. Ada pula Mahar dengan kreativitas tak terbatas yang bahkan mungkin ceruk paling luas di bumi inipun tidak mampu menampung seluruh kreativitas yang ada di bawah tempurung kepalanya itu. Mahar pun tak jauh berbeda dengan Lintang: banyak MEMBACA. Hanya saja, mungkin bahan bacaan Mahar jauh berbeda dengan bahan bacaan Lintang. Tetap saja, kedua tokoh novel Laskar Pelangi ini luar biasa menginspirasi karena budaya membaca yang sudah tek terpisahkan dengan urat-nadi. Luar biasa bukan?

Lantas siapa atau apa lagi yang harus kuceritakan? Begitu banyak rasanya contoh di dunia ini. Contoh orang-orang luar biasa dan menginspirasi hanya karena budaya membaca yang sudah mendarah-daging. Oh iya, ini tokoh kesukaanku juga: Patch Adams. Film yang berjudul sama dengan namanya digarap oleh Tom Shadyac dan diperankan oleh Robin Williams. Ini film yang berulangkali kutonton setiap kali aku kehilangan semangat dan orientasi dalam menentukan setiap peranku untuk orang-orang tersayang di sekelilingku. Yaah, cukuplah kira-kira sebulan sekali atau dua kali aku tonton lagi film itu. Perhatikan Patch! Sampai hari ini pun, bahkan mungkin selama napasnya masih disambung oleh Allah, Patch terus menjadi orang yang tak henti mengispirasi lewat hal-hal yang dia lakukan di Gesundheit Institute. Meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tidak berdaya dengan kekuatan yang dia selalu sebut “compassion”.Yah, kalian harus tahu apa arti kalimat ini dalam bahasa aslinya, sebagai berikut:

sympathetic consciousness of others' distress together with a desire to alleviate it

Sama seperti semua orang yang telah aku ceritakan juga, Patch menunjukkan “compassion” melalui wawasan yang luar biasa luar yang Patch punyai. Tentu bekal membaca dari kecil yang bertumpuk-tumpuk dan membentuk perbendaharaan ide yang selalu bisa meletup-letup keluar dari kepala Patch. Perhatikan saja tingkah Patch yang difilmkan dalam film Patch Adams (1998)! Kurasa tingkah seperti itu bukan muncul semata-mata karena bakat, talented, tapi tentu karena amunisi wawasan yang luar biasa luas sehingga kecerdasan dan kreativitas Patch mampu menolong banyak orang. Ah, dahsyat sekali. Sedahsyat kata-kata Gong: Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-Kata.

Maka aku ingin Skhole dibangun dengan pondasi kata-kata. Ini suatu hari akan menjadi anugerah luar biasa yang disyukuri adik-adik Skhole. Sekaligus menjadi kisah klasik masa depan yang mampu kita sandingkan dengan kisah-kisah klasik kehidupan lain kita yang sangat berharga.

Sedikit untuk Skhole
me001
[info]ianachmadjanuar
Malam ini sms tuan putri membuatku teringat bahwa aku harus menuliskan ide-ideku untuk Skhole. Ah, aku lebih suka menyebutnya Pondok Pelangi. Baiklah. Seharian ini sebenarnya aku masih teraduk-aduk cerita Karang dan Melati yang ditulis Tere-Liye lewat novel Moga Bunda Disayang Allah. Ah, begitu banyak kata yang tertulis yang membuatku harus menahan airmataku setengah mati, toh tapi akhirnya keluar juga. Menetes, mengalir menyusuri kelopak mata dan pipiku. Cerita tentang betapa sabarnya seorang Bunda memiliki dan merawat Melati. Cerita tentang betapa tabahnya seorang Ibu menghadapi Karang. Ah, Mamaku tentu lebih hebat dari Bunda dan Ibu di cerita Tere-Liye ini.
Lantas aku kemudian bingun untuk memulai darimana menuliskan semua ide untuk Skhole. Bukankah semua ideku sudah tertumpah pada hari sabtu saat kami semua melingkar membahas masa depan Skhole? Maka aku jadi bingung setengah mati harus memulai darimana semua ide tentang Skhole. Tapi, ah, biarlah aku mulai dari segala sesuatau yang bisa aku tuliskan malam ini, saat ini, waktu ini. Malam masih akan sangat panjang, dan rasanya tidurku juga masih sangat lama lagi. Biarkan tulisan-tulisanku menemaniku mengisi malam, ketimbang harus membalap liar di Need For Speed Most Wanted seperti yang tadi siang aku lakukan.

Ya Allah bantu aku. Tuan Putri juga bantu aku ya….

Adik-adik di Skhole pada akhirnya harus bisa memutuskan masa depan yang lebih baik untk diri mereka sendiri. Bukan tugas kita untuk mengarahkan jadi apa mereka seharusnya. Tugas kita hanyalah menunjukkan bahwa begitu banyak profesi hebat di seantero jagat ini dan mereka bisa memilih salahsatu dari sekian banyak untuk kemudian menjadi orang terhebat di situ, menjadi manusia-manusia baru yang menginspirasi dunia. Tugas kita di Skhole hanyalah membuat adik-adik Skhole sama atau lebih hebat lagi dari Gong kecil yang banyak diceritakan lewat buku “Menggenggam Dunia: Bukuku, Hatiku”. Wow, aku membayangkan setiap adik-adik Skhole akan berantusias menceritakan setiap hal baru yang ditemuinya di dunia ini. Menceritakan dengan cara mereka sendir setiap inspirasi dan motivasi hebat yang mereka temui saat membacai dunia ini. Ya, membacai dunia. Melihat dunia lewat buku, televisi, atau bahkan menjelajahi dunia sekalipun. Semuanya aku yakin bisa memaberikan begitu banyak inspirasi baru buat adik-adik Skhole. Sama seperti Gong kecil yang luar biasa aktif untuk ukuran anak seumuran itu. Sama seperti Gong kecil yang tak henti bertingkah setiap kali menemukan inspirasi baru akibat membacai dunia. Ya, aku terbakar-bakar inspirasi yang ditularkan oleh Gong. Skhole harus bisa menjadi seperti Rumah Dunia yang Gong bangun di belakang halaman rumahnya. Ah, rasanya aku, Tuan Putri, dan orang-orang lain yang punya impian membangun dunia serupa yang Gong bangun lewat Rumah Dunia harus sekali-kali bertandang ke sana. Merasakan kehangatan Rumah Dunia, merasakan sengatan inspirasi yang kata Gong tidak pernah kosong mengaurai Rumah Dunia. Bahkan dengan mendengar slogan Rumah Dunia saja, aku sudah gatal untuk membangu Skhole serupa Rumah Dunia. Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-Kata.

Gong menjadi manusia luar biasa dengan keterbatasan tangan kirinya karena budaya membaca yang sudah mendarah-daging. Aku pun teringat ketika Mohammad Fauzil Adhim di buku “Dunia Kata” menulis demikian:

Kelas empat, saya sakit jantung. Sempat harus istirahat sekitar satu setengah bulan. Lari-lari saya tak bisa, karena baru sebentar saja, wajah sudah pucat bukan main kadang ikut main sepakbola, tetai saya tidak cukup lincah menangkap umpan yang diberikan teman main sehingga selalu saja bisa direbut lawan. Lalu, saya memilih jadi penjaga gawang, dan tak terhitung berapa banyak bola yang masuk tanpa bisa saya cegah.

Kemudian, saya bermain-main dengan air.ada sebuah sungai dekat rumah yang arusnya cukup deras kala itu; sebuah sungai yang meyerupai tangga. Bertingkat. Ketiak air melompat dari bagian yang lebih tinggi, ada rongga tempat saya biasa bersembunyi dan bermain dengan teman-teman saya. Di situ, saya bercerita. Macam-macam. Rupanya cerita-cerita in menarik perhatian teman-teman saya. Kalau mereka biasa menuturkan kembali cerita film y ang dilihatnya di TV, saya bercerita kepada mereka tentang tokoh-tokoh yang saya baca dari buku. Dari Albert Einstein, Thomas Alva Edison, hingga Nabi Ibrahim, tak terkecuali tokoh-tokoh fiktif.

Nah kan. Sudah kubilang. Membaca membuat orang menjadi luar biasa! Bahkan, dua orang yang telah kuceritakan di atas adalah orang yang punya keterbatasan fisik, yang mungkin sebagian dari kita merasa bersyukur tanpa keterbatasan fisik seperti itu. Mereka hari ini menjadi orang-orang yang luar biasa menginspirasi lewat tulisan-tulisan dan kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Skhole pun harus bisa menjadikan adik-adik Skhole menjadi orang yang luar biasa di masa depan nanti. Kegiatan membaca dan menulis bisa menjadi awal dari seluruh kegiatan yang ada di Skhole, bahkan seharusnya menjadi pondasi Skhole.

Maaf, Tuan Putri, aku hanya sanggup menulis segini. Sebentar lagi aku lanjutkan. Aku masih penasaran membacai novel Tere-Liye ang kubilang tadi.

Sekolah Bangkit
me001
[info]ianachmadjanuar
 

Tercekik Mimpi Sendiri
me001
[info]ianachmadjanuar
Pukul delapan malam lewat lima belas menit aku terbangun setelah sempat tertidur yang rasa-rasanya hanya sekitar satu jam. Satu menit, dua menit, aku hanya mencoba duduk dan mengembalikan seluruh kesadaran. Lalu aku teringat kembali di tidurku yang sebentar aku bermimpi tentang sesuatu yang sebenarnya sama sekali gak pernah aku pikirkan. Apatah orang-orang di mimpi itu memikirkan hal yang aku mimpikan, lantas sekonyong-konyong semuanya tumplek blek di mimpiku. Aneh rasanya, luar biasa aneh, bahkan sebenarnya aku membenci apa yang mimpiku sendiri ingatkan padaku. Ah, sudahlah. Itu adalah hal yang sama sekali tak ingin aku bahas lagi, sama sekali tidak.
Mimpi tadi mengisahkan bahwa seorang teman wanita datang di dekatku yang entah sedang apa saat itu. Datang begitu saja dan menanyakan begitu banyak hal, termasuk mengingatkanku terhadap wanita yang ada di masa lalu. Bahkan dalam mimpiku aku masih mampu menjawab dan menolak kehadiran wanita masa lalu itu di kehidupanku lagi. Aku sudah tidak suka dan tidak butuh. Apalah dia. Hari ini aku menemukan wanita yang jauh luar biasa daripada wanita masa lalu itu.
Sesaat setelah bangun dan seluruh kesadaranku telah kembali, aku benar-benar ingin membenci mimpi itu. Tidurku yang sangat sebentar iu ternyata mencekikku mentah-mentah dan tidak mau berkompromi denganku. Lantas apa artinya. Sudahlah, pergi saja kau, wanita masa lalu. Aku lebih suka kondisi dimana duniaku dan duniamu sejauh jutaan tahun cahaya!!

SKHOLE! oleh KM ITB
me001
[info]ianachmadjanuar
Kalau Gola Gong membuat Rumah Dunia agar Dunia yang begitu besar bisa dibawa ke dalam sebuah Rumah, maka bagaimana dengan Skhole?? Apa yang hendak kita bawa ke kotak kecil sederhana yang kita sebut rumah itu? Kebahagiaan? Cinta? Tawa? Canda? Buku? Pendidikan? Pembelajaran? Inspirasi? Motivasi? Musik? Seni? Teknologi? Sains? .... ah, begitu banyak pastinya. Aku berdoa semoga Allah selalu membiarkan kepala-hati kami di Skhole selalu terbuka untuk inspirasi-inspirasi baru, sehingga pada akhirnya Skhole-lah inspirasi untuk Dunia! Itu mungkin, sangat mungkin. Hanya tinggal kami yang menentukan: berdiam mati atau bergerak lincah. dan tentu saja jawabannya, sekaligus pilihan kami, adalah untuk ikut melesat secepat anak panah yang lepas dari busur, menyibak angin, menembus waktu, menghujam jantung dunia, dan meledakkan inspirasi seperti letupan kembang api roket berwarna-warni. Skhole-mu, Skhole-ku, Skhole punya Dunia!!

SKHOLE !
me001
[info]ianachmadjanuar
SKHOLE !


adalah hasil fusi antara RUMAH BELAJAR dan FORUM KAKAK ASUH Divisi Pengabdian Masyarakat Kabinet KM ITB

dengan tetap mengusung semangat peduli pendidikan generasi penerus bangsa.


MENGAPA 'SKHOLE'?

Skhole adalah bahasa Latin yang mempunyai arti "waktu luang", merupakan asal muasal kata 'school'.
Zaman dahulu kala, di Yunani, orang-orang dewasa menggunakan waktu luang/senggang mereka untuk mempelajari tentang hal-hal yang mereka senangi, dengan cara mengunjungi suatu tempat atau bertanya kepada orang lain.
Hal tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan luas, dan mulai dilakukan oleh anak-anak mereka.
Ini adalah asal-usul sekolah.


Inilah filosofi yang ingin ditanamkan dalam sang lembaga baru. Bahwa setiap anak dapat mempelajari hal-hal yang mereka inginkan dengan menyenangkan, alih-alih belajar formal yang monoton.


SKHOLE mempunyai beberapa ranah kegiatan, antara lain:

-mengajar statis : berbagi pengetahuan dengan adik-adik di daerah Sangkuriang
-mengajar dinamis/mobile : berbagi pengetahuan dengan adik-adik dari daerah Babakan Siliwangi
-mengkoordinasikan forum kakak asuh milik himpunan-himpunan mahasiswa di ITB
-mengkaji dan terus mencari,mengembangkan metode belajar baru, mendobrak garis batas pendidikan formal

SKHOLE mempunyai mimpi-mimpi:

MENUMBUHKAN kepedulian massa kampus pada Pendidikan Nasional dan
MENSINERGISKAN gerak tiap elemen Massa Kampus dalam bidang Pendidikan.


Mimpi-mimpi yang tidak akan terwujud kecuali dengan mulai bergerak: Anda, Kamu, Kami, Kita bersama-sama.



Jadi, tunggu apa lagi??
Bergabunglah bersama kami, SEKARANG JUGA!!!


Tim Panitia

S K H O L E
"Inspirasi Baru dalam Belajar"



OPREC:

mulai Rabu, 27 Jan - 3 Feb 2010
@ DPR (zona transisi) dan CC Barat

CP. Tari 0856 921 35888

Kenyamanan
me001
[info]ianachmadjanuar
Minggu ini aku benar-benar mencari definisi kenyamanan. Kucari lewat alunan akustik Boyce Avenue, tak kudapatkan. Kucoba telusuri dunia maya tak berbatas, hanya kesenangan semu yang kudapatkan. Lantas aku berjalan di sela-sela kerumunan yang memaksaku menyapa begitu banyak orang, masih saja kekosongan yang kurasakan. Pun ketika aku sendiri tertidur nyenyak, isi kepalaku tak mengizinkanku sama sekali untuk menjamah alam mimpi dan khayalan yang indah dan melenakan.

You are viewing [info]ianachmadjanuar's journal